6 Perbedaan Akreditasi SNARS vs JCI Faskes: Apa Perbedaan Standar Kebersihan dan Pengelolaan Limbahnya?
Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak hanya diukur dari keahlian tenaga medisnya, tetapi juga dari bagaimana fasilitas tersebut dikelola. Dua standar akreditasi yang sering menjadi tolak ukur di Indonesia adalah SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) dan JCI (Joint Commission International). Bagi pengelola faskes, memahami perbedaan kedua standar ini sangat krusial, terutama pada aspek esensial seperti standar kebersihan dan sistem pengelolaan limbah.
Mengenal Akreditasi SNARS dan JCI di Fasilitas Kesehatan
Sebelum membedah lebih jauh mengenai teknis kebersihan dan limbah, mari kita pahami secara singkat apa visi dari kedua akreditasi ini.
Apa itu Akreditasi SNARS?
SNARS adalah standar akreditasi nasional yang dirumuskan oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit). Standar ini disesuaikan dengan regulasi, undang-undang, serta kondisi sosial-budaya di Indonesia. Fokus utamanya adalah keselamatan pasien dan peningkatan mutu pelayanan berkelanjutan yang terintegrasi dengan program pemerintah (seperti JKN-BPJS).
Apa itu Akreditasi JCI?
JCI merupakan lembaga akreditasi global yang berpusat di Amerika Serikat. Mendapatkan sertifikasi JCI berarti rumah sakit tersebut telah memenuhi standar operasional dan keselamatan pasien tingkat internasional. JCI sangat ketat dalam hal evidence-based practice dan pengelolaan risiko.
Perbandingan Standar Kebersihan: SNARS vs JCI
Baik SNARS maupun JCI menempatkan kebersihan (higiene dan sanitasi) sebagai pilar utama dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Namun, pendekatan pengukurannya memiliki sedikit perbedaan.
Fokus Kebersihan dalam Standar SNARS
Dalam SNARS, kebersihan rumah sakit berpedoman kuat pada pedoman PPI dari Kementerian Kesehatan RI. Ciri khasnya meliputi:
- Kepatuhan pada regulasi lokal seperti Permenkes terkait kesehatan lingkungan rumah sakit.
- Audit kebersihan ruangan yang disesuaikan dengan zona risiko (zona infeksius, ruang operasi, dan area publik).
- Penekanan pada penyediaan fasilitas hand hygiene (cuci tangan) yang mudah diakses dan kampanye budaya bersih bagi staf, pasien, dan pengunjung.
Pendekatan Global JCI dalam Sanitasi Rumah Sakit
JCI menuntut pendekatan yang lebih proaktif dan berbasis risiko dengan standar global (mengacu pada WHO dan CDC).
- Penggunaan bahan kimia pembersih standar internasional yang terbukti ampuh dan ramah lingkungan.
- Sistem pemantauan kualitas udara, suhu, dan kelembapan yang lebih ketat, khususnya di ruang isolasi dan ruang operasi.
- Dokumentasi yang sangat mendetail mengenai setiap prosedur pembersihan dan pelacakan sumber jika terjadi penyebaran Healthcare-Associated Infections (HAIs).
Perbedaan Sistem Pengelolaan Limbah Medis dan B3
Rumah sakit adalah salah satu penghasil limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) terbesar. Cara menangani limbah ini menjadi poin kritis dalam penilaian akreditasi.
Regulasi Pengelolaan Limbah pada SNARS
Penilaian SNARS akan sangat bergantung pada kepatuhan rumah sakit terhadap undang-undang lingkungan hidup di Indonesia.
- Pemisahan Limbah: Diwajibkan memilah limbah infeksius (kantong kuning), non-infeksius/domestik (kantong hitam), benda tajam (safety box), dan sitotoksik (kantong ungu) sesuai standar Kemenkes.
- Izin TPS B3: Rumah sakit wajib memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) B3 yang berizin dari dinas terkait.
- Kerja Sama Pihak Ketiga: Pengangkutan dan pemusnahan limbah (misal: incinerator) harus melalui pihak ketiga yang memiliki manifes dan legalitas sah dari Kementerian LHK.
Ketentuan Internasional Pengelolaan Limbah JCI
JCI tidak hanya melihat izin legal, tetapi lebih kepada manajemen risiko sepanjang siklus hidup limbah (cradle to grave).
- Manajemen Risiko Komprehensif: Terdapat protokol ketat tentang respon darurat jika terjadi tumpahan limbah B3 (spill kit management) dan pelatihan rutin staf.
- Jejak Karbon & Keberlanjutan: Standar JCI mulai mendorong rumah sakit untuk memiliki program reduksi limbah sejak dari sumbernya (waste minimization) dan praktik green hospital.
- Standar Transportasi Internal: Menilai jalur sirkulasi pembuangan limbah agar tidak bersilangan dengan jalur makanan, linen bersih, atau alur pasien yang rentan.
Kesimpulan: Memilih Standar Terbaik untuk Fasilitas Anda
Secara esensi, baik SNARS maupun JCI memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi pasien, staf, dan lingkungan dari risiko infeksi. Perbedaannya terletak pada SNARS yang sangat terikat dengan kepatuhan regulasi pemerintah Indonesia (Kemenkes & KLHK), sementara JCI mengadopsi indikator-indikator internasional yang menuntut dokumentasi serta manajemen risiko global yang lebih detail.
Bagi rumah sakit, meraih akreditasi ini membutuhkan kesiapan infrastruktur, sistem IT, dan vendor kebersihan/pengelola limbah yang kompeten. Jika Anda membutuhkan solusi pengelolaan operasional kebersihan fasilitas medis yang sesuai dengan standar akreditasi tertinggi, tim di karyakreatif.co.id siap membantu mewujudkan layanan operasional terbaik di tempat Anda.



